DIALEKSIS.COM | Jakarta - Nama Indonesia telah muncul lebih dari setengah abad sebelum Sukarno lahir. Ia bukan nama yang diciptakan sang proklamator, apalagi sebutan lain untuk Pulau Jawa. Nama itu menempuh perjalanan panjang bermula dari istilah geografis para ilmuwan Eropa, lalu diambil alih kaum pergerakan sebagai identitas politik sebuah bangsa.
Dia sapu rata dengan melabelkan nama londo ireng. Pengkhianat bangsa. Presiden Prabowo Subianto, melontarkan sindiran tajam terhadap sejumlah pihak, termasuk jurnalis, pengamat, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang dinilainya terus menebar narasi pesimistis terkait kondisi Indonesia.

